Tingkatkan Kompetensi Hisab Rukyat, LDII Kepri Ikuti Webinar Nasional dari Jakarta

Tingkatkan Kompetensi Hisab Rukyat, LDII Kepri Ikuti Webinar Nasional dari Jakarta
Perbesar Foto
Tingkatkan Kompetensi Hisab Rukyat, LDII Kepri Ikuti Webinar Nasional dari Jakarta

BATAM — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Kepulauan Riau (Kepri) mengikuti Webinar Hisab dan Rukyat yang digelar Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan bertema “Hisab dan Rukyat dalam Perspektif Ormas Islam serta Perkembangan Astronomi Modern” tersebut berlangsung secara hybrid dari Studio Utama Ponpes Minhajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Webinar yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga waktu Ashar itu diikuti lebih dari 100 studio mini yang tersebar di 34 DPW LDII di seluruh Indonesia.

Untuk wilayah Kepri, kegiatan dipusatkan di Studio Mini DPW LDII Kepri di kawasan Patam, Batam. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oelh Ketua DPW LDII Kepri H. Rulifa Syahroel, Wakil Ketua DPW LDII Kepri H. Siajis, serta sejumlah pengurus lainnya.

Hadirkan Pakar Astronomi BRIN

Webinar menghadirkan pakar astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, sebagai narasumber.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kalam Ilahi dan doa.

Dalam sambutannya, H. Chairul Baihaqi yang mewakili Ketua Umum DPP LDII mengatakan, pelatihan hisab dan rukyat penting untuk terus dilakukan karena ilmu tersebut berkaitan dengan ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits.

“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperluas pengetahuan ini, serta melibatkan generasi muda dalam proses kaderisasi,” ujar Chairul.

Menurut dia, Tim Rukyatul Hilal LDII memiliki peran penting dalam melakukan pengamatan sekaligus perhitungan posisi hilal.

Tim tersebut bertugas melakukan pengamatan hilal di lokasi yang telah ditentukan, baik secara mandiri maupun bersama pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam lainnya.

Selain itu, tim melakukan perhitungan terkait penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah untuk selanjutnya dilaporkan kepada Ketua Umum dan Dewan Penasihat Pusat DPP LDII.

Materi Hisab dan Rukyat Dibagi Dua Sesi

Kegiatan yang dipandu moderator Dr. H. Wilnan Fatahillah tersebut dibagi menjadi dua sesi utama.

Pada sesi pagi, peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar astronomi dalam hisab dan rukyat. Sementara pada sesi setelah zuhur, materi berlanjut pada perspektif organisasi kemasyarakatan Islam dalam hisab dan rukyat, yang dilengkapi praktik, studi kasus, serta diskusi dan tanya jawab.

Dalam pemaparannya yang berlangsung interaktif, Prof. Thomas menjelaskan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dapat memberikan kontribusi terhadap metode hisab dan rukyat.

Menurut dia, penentuan awal bulan Qamariyah melalui hisab dan rukyat merupakan salah satu persoalan penting dalam fikih Islam.

Hisab menggunakan perhitungan matematis untuk menentukan posisi benda-benda langit, sedangkan rukyat dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap hilal.

Perbedaan pemahaman dan penerapan terhadap kedua metode tersebut dapat memunculkan perbedaan dalam penentuan awal bulan Qamariyah.

Hisab dan Rukyat Dapat Saling Melengkapi

Prof. Thomas menjelaskan, perbedaan dalam penentuan awal bulan Qamariyah merupakan bagian dari khilafiyah yang dapat terjadi karena adanya perbedaan interpretasi terhadap teks hadis.

Ia menekankan bahwa hisab dan rukyat tidak harus dipahami sebagai dua metode yang saling bertentangan. Keduanya dapat digunakan secara saling melengkapi sesuai konteks dan perkembangan ilmu pengetahuan.

“Penting untuk saling menghormati dan menghargai dalam konteks ini,” kata Prof. Thomas dalam pemaparannya.

Ia juga menilai dialog dan pemahaman bersama perlu terus ditingkatkan agar perbedaan dalam penentuan awal bulan Qamariyah tidak berkembang menjadi konflik internal di kalangan umat Islam.

Kolaborasi antara ilmuwan, astronom, dan tokoh agama juga dinilai penting untuk mempertemukan aspek keilmuan dengan nilai-nilai keagamaan dalam menentukan waktu ibadah.

Upaya tersebut sekaligus dapat memperluas edukasi masyarakat mengenai astronomi modern dan penerapannya dalam kajian hisab dan rukyat.

LDII Kepri Dorong Pengembangan Tim Hisab Rukyat

Ketua DPW LDII Kepri H. Rulifa Syahroel mengatakan, webinar tersebut merupakan kegiatan strategis untuk meningkatkan kompetensi dan keahlian warga LDII, khususnya mereka yang terlibat dalam bidang hisab dan rukyat.

Menurut Rulifa, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga menjadi jembatan antara khazanah keilmuan Islam klasik dengan perkembangan sains modern.

“Kegiatan ini merupakan langkah yang sangat strategis dan patut mendapatkan apresiasi positif dari warga LDII di daerah,” ujar Rulifa.

Ia berharap keberadaan tim hisab dan rukyat yang telah terbentuk di Kota Batam dan Tanjungpinang dapat terus berkembang.

Rulifa juga mendorong tim tersebut untuk membangun kolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama maupun institusi terkait dengan memanfaatkan sumber daya dan potensi yang tersedia di daerah masing-masing.

“Melalui webinar ini, kami berharap tim hisab rukyat yang sudah ada di Kota Batam dan Tanjungpinang semakin berkembang dan dapat berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama maupun institusi terkait,” pungkasnya.

Sumber Berita: https://ldiikepri.or.id/tingkatkan-kompetensi-hisab-rukyat-ldii-kepri-ikuti-webinar-nasional-dari-jakarta/

Tag Terkait:
Bagikan Berita Ini:
Sebarkan artikel dan informasi ini kepada keluarga & rekan Anda.