Tanjungpinang - Tim pemantau hilal (rukyatul hilal) menggelar pengamatan hilal penentuan awal bulan Jumadil Awal 1448 Hijriah yang dipusatkan di Pantai Stumu, Dompak, pada Jumat sore (11/9/2026), bertepatan dengan 29 Rabiulakhir 1448 H.
​Pengamatan dipusatkan pada titik koordinat 0.876490, 104.417299 menjelang hingga sesudah matahari terbenam untuk mengamati kemungkinan munculnya hilal di ufuk barat.
​Dari hasil pengamatan teknis di lapangan, posisi hilal diperkirakan belum terlihat karena ketinggiannya masih berada di bawah kriteria 3 derajat. Selain posisi astronomis tersebut, kondisi ufuk barat yang berkabut—meski cuaca secara umum terpantau cukup cerah—makin memperkecil kemungkinan hilal untuk teramati.
​Menariknya, agenda rukyatul hilal kali ini tidak hanya berfokus pada pengamatan visual, tetapi juga disejalankan dengan sesi pembekalan dan edukasi ilmu falak bagi generasi penerus (generus) pendamping. Dalam sesi tersebut, pendamping generasi muda, Aldi bin Mahmudi, membimbing para generus belajar langsung mengenai teori tahapan pelaksanaan rukyat hingga praktik bongkar pasang unit teropong/teleskop pengamatan.
​Terkait penetapan resmi 1 Jumadil Awal 1448 H, pihak perukyat menegaskan bahwa keputusan akhir tetap menunggu hasil sidang isbat dan pengumuman resmi dari pemerintah/pihak yang berwenang.
​Melalui kegiatan pengamatan yang dipadukan dengan sarana edukasi lapangan ini, diharapkan dapat terus memupuk minat generasi muda dalam mempelajari ilmu astronomi Islam (falak) serta meningkatkan kontribusi nyata umat dalam pengawalan penanggalan Hijriah.