
Tanjungpinang — Tim Perukyat LDII Kepri turut berpartisipasi aktif dalam penetapan penanggalan Hijriah melalui pelaksanaan pemantauan hilal (rukyatul hilal) penentuan awal bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah. Kegiatan pengamatan tersebut dipusatkan di lokasi strategis titik rukyat Pantai Setumu, Dompak.
Dalam pemantauan kali ini, LDII menurunkan tim perukyat yang terdiri dari H. Ridwan, Denny Alfa Gunawan, dan Aldi. Tim bertugas mengamati posisi hilal secara presisi di ufuk barat berbekal peralatan navigasi dan astronomi yang memadai.
Proses pengamatan diawali menjelang matahari terbenam. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Pantai Setumu terpantau cerah. Namun, menjelang detik-detik kritis pemantauan, terdapat tutupan awan yang cukup tebal serta kondisi atmosfer yang berkabut di sekitar garis horizon. Fenomena alam ini menghalangi jarak pandang tim perukyat di lapangan, sehingga hilal dinyatakan tidak berhasil terlihat (tidak teramati).
Sesuai dengan kaidah fiqih dan mekanisme penetapan kalender Islam (isbat), hasil pemantauan ini dicatat secara resmi dan dilaporkan kepada pimpinan organisasi serta pihak berwenang sebagai dasar penetapan (istikmal) bulan Safar menjadi 30 hari, sebelum memasuki 1 Rabiul Awal 1448 H.
Keterlibatan tim perukyat LDII dalam agenda ini merupakan wujud kontribusi nyata organisasi di bidang keagamaan dan penerapan ilmu falak, sekaligus komitmen LDII untuk terus bersinergi dalam mengawal ketetapan penanggalan ibadah bagi umat Islam.